Kebetulan waktu ngerjain skripsi kemaren (Manipulasi Robot Berbasis Web) ada sedikit mekanisme yang ditambahkan ke sistem. Well, karena ini permintaan dosen pembimbing, jadi gw kerjain aja. script JavaScript berikut adalah untuk melakukan hitung mundur atau countdown selama waktu yang ditentukan dalam “menit:detik”.

/*------
Copyright 2009. Anom Tejo Pratomo
Departemen Teknik Mesin - Universitas Indonesia
------*/

// KONFIGURASI
var menit = 9; // Lamanya hitung mundur (dalam menit)
var detik = 59; // Detik standar (jangan diubah kecuali Anda tahu yang Anda lakukan)
var penghitung_detik = detik; // Set variabel detik yang lain untuk dimanipulasi

// HITUNG MUNDUR
penghitung_detik = 0;
function hitung_mundur() {
penghitung_detik--; // Setiap siklus 1 detik mengurangi nilainya 1 poin
if (penghitung_detik == -1) { // Deteksi detik ketika nilainya "0"
menit--; // Setiap siklus 1 menit mengurangi nilainya 1 poin
penghitung_detik = detik; // Me-reset detik untuk memulai hitung mundur menit yang baru
if (menit <= -1) { // Hitung mundur selesai
menit = 0;penghitung_detik = 0; // Menset menit dan detik ke "0"
clearTimeout(penghitung); // Stop hitung mundur
}
}
if (document.getElementById) {
document.getElementById("hitung_mundur_tampil").innerHTML=menit+":"+penghitung_detik; // Memasukkan nilai variabel menit dan detik untuk ditampilkan
}
penghitung=setTimeout("hitung_mundur()", 1000); // Set siklus penghitungan mundur (standar: 1 detik)
}

// INISIALISASI
if (document.all||document.getElementById)
document.write(' - <b id="hitung_mundur_tampil">'+menit+':'+penghitung_detik+' </b>'); // Format tampilan hitung mundur di antarmuka
hitung_mundur();

Cara menggunakannya taruh aja kode di atas ke dalam file HTML langsung. Dan jangan lupa sisipkan diantara tag <script language=”JavaScript”> dan </script> supaya jalan. Kalau ada yang coba kemudian error, kasih tau ya ;)

Kehidupan, Blog dan Skripsi

Aaaah, gila! Terakhir posting blog udah 2 bulan yang lalu ternyata. Kebetulan memang lagi sibuk2nya nih, ya sibuk berdagang dan juga menyusun skripsi biar bisa lulus dan diwisuda akhir semester yang ke-9 ini :) . Dan ternyata selama pasif dari dunia per-blog-an, blog ini sempat mati total. Sampai akhirnya dipindahkan ke server lain pemberian cuma-cuma dari seorang rekan Kaskuser dengan ID gr8indo dengan fasilitas yang cukup wah!

Berhubung tenggat waktu penyerahan skripsi sudah mulai dekat, sepertinya ke-vakum-an dari dunia per-blog-an akan terus berlanjut mungkin hingga pertengahan Januari 2010. Doakan saya ya rekan2 blogger, supaya saya bisa lulus dan diwisuda akhir semester 9 ini. Amiiin… :D

Kemaren (28-8-2009) gw nyoba memberanikan diri untuk bayar pajak motor gw sendiri ke SAMSAT Ciputat. Tak disangka, ternyata prosesnya super duper mudah. Nggak lagi keliatan calo berkeliaran.

Yang harus disiapkan:

  1. Duit (Asli).
  2. KTP (Asli+Fotokopi).
  3. STNK & Lembar Pajak tahun sebelumnya (Asli+Fotokopi).
  4. BPKB (Fotokopi), tapi yang asli tetep dibawa.

Masing-masing difotokopi satu kali.

Baca selengkapnya »

Penipuan di Internet

Ini sudah kali kedua saya dan teman saya mengalami penipuan atas usaha jualan online kami yang beralamat diĀ www.KaosBola.com dengan cara pembeli kaos bola berpura-pura telah mentransfer uang. Untuk cerita lebih lengkapnya, silakan klik di http://www.pramuditaaulia.web.id/?p=455

Kebetulan beberapa hari yang lalu saya baru saja membeli DVD Writer. Karena keterbatasan SATA connector pada motherboard (maklumlah motherboard entry level), saya memutuskan membeli yang menggunakan connector IDE lawas. Pertama-tama, saya merasakan kecepatan transfer data baik saat membaca maupun menulis agak lambat, ternyata penyebabnya adalah mode interkoneksi yang digunakan masih PIO (Programmed I/O), yang secara umum lebih lambat dari Ultra DMA mode. Perbandingannya sebagai berikut:

PIO Mode

Cycle Time (nanoseconds)

Maximum Transfer Rate (MB/s)

Defining Standard

Mode 0

600

3.3

ATA

Mode 1

383

5.2

ATA

Mode 2

240

8.3

ATA

Mode 3

180

11.1

ATA-2

Mode 4

120

16.7

ATA-2

Gambar 1. Tabel kecepatan teoritis PIO mode

Ultra DMA
Mode

Cycle Time (nanoseconds)

Maximum Transfer Rate (MB/s)

Defining Standard

Mode 0

240

16.7

ATA/ATAPI-4

Mode 1

160

25.0

ATA/ATAPI-4

Mode 2

120

33.3

ATA/ATAPI-4

Mode 3

90

44.4

ATA/ATAPI-5

Mode 4

60

66.7

ATA/ATAPI-5

Mode 5

40

100.0

ATA/ATAPI-6?

Gambar 2. Tabel kecepatan teoritis Ultra DMA mode

Karena itulah saya cari-cari artikel di internet untuk memperbaikinya dan saya juga mencoba berbagi pengalaman saya ini dalam bentuk artikel agar anda juga dapat mempraktekannya. :)

Disclaimer: Dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini, anda menyetujui bahwa segala kerusakan atau masalah yang timbul kemudian (meskipun jarang terjadi) menjadi tanggung jawab anda sendiri. Pastikan menjalankan tool “System Restore” terlebih dahulu untuk membackup registry anda.

Langkah I

Baca selengkapnya »

Daftar Kode Bank ATM Bersama

Kebetulan waktu pameran Festival Komputer Indonesia 2009 beberapa hari yang lalu sempet dapet selebaran ATM Bersama. Kalo dilihat-lihat, keberadaan jaringan ATM bersama ini sebenarnya cukup memudahkan para nasabah dengan banyaknya ATM yang bisa diakses dan juga menghemat biaya investasi mesin ATM bank-bank yang menjadi anggota ATM Bersama. Berikut daftar kode bank ATM Bersama.

No. Nama Bank Kode Bank
1. Bank BNI 009
2. Bank Mandiri 008
3. Bank BRI 002
4. Bank Danamon 011
5. Bank Permata 013
6. Bank Niaga 022
7. LippoBank 026
8. Bank NISP 028
9. Bank BII 016
10. Bank Bukopin 441
11. Bank Bumiputera 485
12. Bank Mega 426
13. Bank Panin 019
14. Bank Muamalat 147
15. Bank Syariah Mandiri 451
16. Bank Syariah Mega Indonesia 506
17. Bank UOB Buana 023
18. Bank Commonwealth 950
19. Bank Mayapada 097
20. ABN AMRO 052
21. Standard Chartered Bank 050
22. Bank DKI 111
23. Bank Jabar 110
24. Bank Riau 119
25. Bank Jatim 114
26. Bank Nagari 118
27. Bank Papua 132
28. Bank NTT 130
29. Bank BPD NTB 128
30. Bank Sulsel 126
31. Bank Sulut 127
32. Bank BPD Jambi 115
33. Bank Lampung 121
34. Bank BPD DIY 112
35. Bank Sumut 117
36. Bank Maluku 131
37. Bank BPD Bali 129
38. Bank BPD Kaltim 124
39. Bank Kalsel 122
40. Bank Sultra 135
41. Bank Bengkulu 133
42. Bank BPD Aceh 116
43. Bank Nusantara Parahyangan 145
44. Bank Mestika 151
45. Bank IFI 093
46. Bank Ina Perdana 513
47. Bank Agroniaga 494
48. Bank Saudara 212
49. Bank Eksekutif 558
50. Bank Arta Niaga Kencana 020
51. Bank Ganesha 161
52. Bank Mayora 553
53. Bank Artos Indonesia 542
54. BPR KS 558
55. Bank BPD Kalteng 125
56. Bank Swadesi 146
57. Bank Jateng 113

sumber: www.telkomsel.com

Kebetulan kemaren saya dempat dapat buyer dari luar negeri, tepatnya Brunei Darussalam. Berhubung nggak ada Bank Mandiri ataupun BCA di sana (sepertinya), akhirnya disepakati pembayaran menggunakan PayPal.

Ternyata, penggunaan PayPal ini sangatlah mudah, murah (bahkan bisa gratis) dan cepat. Proses withdrawal atau menguangkan saldo PayPal ke Bank di Indonesia pun tidak terlalu sulit. Sampai saat ini saya sudah beberapa kali melakukan withdrawal ke account bank saya. Untuk konfigurasi account, bisa dilihat di situs maseko’s weblog. Selamat mencoba.

Panduan Berbisnis Online

Saya membuat artikel ini karena beberapa hari yang lalu saya baru saja ditipu oleh warga negara Nigeria dari usaha saya KaosBola.com. Intinya, dia menyatakan telah mentransfer sejumlah uang yang saya minta ke rekening PayPal saya, namun email konfirmasi yang saya dapat ternyata dari paypal palsu. Dia menggunakan alamat service@paypal.com sebagai nama pengirim, sedangkan email aslinya adalah onlinehelp@clerk.com dimana setelah saya telaah, domain clerk.com hanyalah domain yang diparking.

Berikut ini saya mencoba berbagi kepada rekan-rekan blogger pengalaman saya yang mungkin bisa dijadikan sebagai panduan maupun tips ketika berbisnis online, baik sebagai seller maupun buyer.

1. Transaksi Lokal

Sebisa mungkin sebagai buyer, anda mencari seller yang lebih dekat dengan tempat anda tinggal. Dengan begitu uang yang dikeluarkan dapat lebih hemat dan bahkan anda dapat menetapkan COD sebagai metode pembayarannya.

2. COD (Cash On Delivery)

Tidak dapat dipungkiri lagi jika anda menjadi seorang buyer, tipe pembayaran inilah yang paling disukai karena lebih terjamin dan dapat dipercaya. Keuntungan bagi seller sendiri sebenarnya tidak kalah banyak. Selain tidak repot mengirim barang, seller bisa lebih mendekatkan diri kepada pelanggan, suatu hal yang jarang dibangun oleh kebanyakan orang. Disinilah seller mampu membangun reputasinya. Oiya, bagi para buyer berhati-hatilah terhadap seller yang sama sekali tidak mau menerima COD. Baca selengkapnya »

Kartu ATM Rusak

Pernah mengalami kartu ATM (kartu debit atau kartu kredit) anda rusak? Kebetulan kejadian ini menimpa saya. Kartu ATM merangkap kartu mahasiswa saya rusak karena tertekuk waktu di dompet. Nah, ketika saya mencoba menghubungi BNI (kebetulan UI bermitra dengan BNI) saya diberitahu bahwa biaya penggantian kartu sebesar Rp. 50.000. Besar sekali bukan?! Setelah beberapa detik bingung, saya diberitahu petugas bahwa sebenarnya kartu ATM itu dapat diisolasi, bahkan pada bagian pita magnetiknya. Saya kaget dan mencoba meyakinkan diri dengan bertanya lagi apa benar bisa. Setelah diyakinkan untuk kedua kalinya, akhirnya saya meninggalkan bank.

Ternyata kartu ATM yang saya rekatkan dengan isolasi tersebut dapat dipakai kembali

Di kosan, saya mencoba merekatkan kembali bagian yang patah (kebetulan punya saya cuma retak dan belum sampai terpisah jadi beberapa bagian :D ). Setelah saya rekatkan, saya mencoba menggunakannya di ATM bank BNI yang terletak di dalam kampus. Ternyata kartu ATM yang saya rekatkan dengan isolasi tersebut dapat dipakai kembali. Namun, ada yang harus diingat. Jika anda ingin mencoba untuk pertama kalinya, pastikan anda mencobanya di cabang tempat anda membuka tabungan atau minimal kantor cabang bank anda. Sehingga jika sampai terjadi kejadian kartu ATM anda tertelan, anda bisa langsung menuju petugas kantor bank. Selamat mencoba. :)

Pemilihan Umum 2009

Hari ini 9 April, saya memulai hari saya dengan lanjutan permainan PC game DotA (Warcraft III: Frozen Throne), kenapa soalnya saya main game itu dari jam 9 tanggal 8 April sampe jam 1 tanggal 9 April. By the way, kira-kira jam 9 pagi saya berangkat pulang (lengkap dengan insiden ketinggalan charger laptop) untuk mencoblos mencontreng di pemilu kali ini.

Sampai di TPS, saya menunggu kira-kira 10 menit-an buat giliran nyontreng. Ketika dapat kertas-kertas suara itu kesan pertama saya: Alamak! Sampai 4 kertas. Bahkan ada yang rangkap untuk DPRD tingkat Provinsi. Kalau dilihat-lihat sih, warga RW saya kesadarannya cukup tinggi, soalnya TPS-nya ramai. Yah, kita berharap saja mudah-mudahan pemilu kali ini akan menghasilkan wakil rakyat yang sebenar-benarnya. Jangan jadi koruptor lagi atau wakil rakyat tukang tidur dan bolos rapat sehingga bisa membawa Republik Indonesia tercinta ini menjadi lebih maju. Amin!